Siapa yang Wajib Melakukan Rapid Test? Berikut Ulasannya!

Rapid test
Di tengah melandanya pandemi seperti sekarang ini, segala upaya dilakukan untuk pencegahan. Mulai dari memakai masker, face shield ataupun hand sanitizer. Beberapa cara dilakukan untuk mendeteksi virus sejak dini, salah satunya dengan melakukan rapid test.

Apa itu Rapid Test?
Rapid test merupakan langkah awal untuk melakukan pendeteksian sebuah antibodi, baik itu IgM ataupun IgG. Semua itu diproduksi oleh tubuh untuk menangkal virus berbahaya, tidak terkecuali Covid-19. Walaupun tidak semua orang yang reaktif terjangkit virus tersebut.

Namun perlu Anda ketahui sebelumnya, jika metode seperti ini hanya berupa pemantauan saja. Dengan kata lain, bukan pemeriksaan yang mendetail dalam rangka diagnosa akan terjadinya infeksi oleh virus Corona.

Hal ini berbeda dengan swab tenggorokan yang memiliki keakuratan untuk pemeriksaan. Sampai saat ini, rapid test hanya sekedar alat periksa untuk polymerase chain reaction (PCR) saja. Bisa dikatakan, bukan untuk mengetahui ada tidaknya antibodi yang terserang Covis-19.

Beberapa Orang yang Harus Melakukan Rapid Test
Pemeriksaan sejak dini memang diperlukan untuk memantau perkembangan virus Corona. Sehingga keamanan diri sendiri ataupun lingkungan tetap terjaga. Jika Anda merupakan salah satu dari kriteria di bawah ini, sebaiknya segera menjalankan rapid test di rumah sakit terdekat:

OTG (Orang Tanpa Gejala)
Gejala ini tidak dirasakan sama sekali oleh penderita atau orang yang terjangkit virus Covid-19. Namun, virus itu tetap hidup di dalam tubuh mereka. Salah satu penyebabnya yaitu pernah melakukan kontak langsung dengan pasien yang terpapar Corona.

Dengan melakukan rapid test, gejala tersebut akan mudah terdeteksi dan bisa ditangani secara langsung oleh pihak medis. Walaupun tidak semua orang mau melakukannya, sebab biaya tes mandiri terbilang cukup tinggi.

ODP (Orang dalam Pemantauan)
Jika di dekat tempat tinggal Anda ada seseorang yang mengelami gejala-gejala mirip atau serupa dengan Covid-19, bisa jadi mereka akan dipantau oleh pihak terkait. Beberapa di antaranya seperti, batuk, sakit tenggorokan disertai juga dengan demam melebihi 38 derajat celcius.

Namun perlu dipahami juga, pihak penderita gejala semacam itu belum tentu terkena Corona. Namun jika setelah dilakukannya rapid test ternyata reaktif, maka akan dilanjutkan dengan swab tenggorokan yang terbilang lebih akurat.

PDP (Pasien dalam Pengawasan)
Setidaknya terdapat tiga ciri yang menjadikan seseorang berstatus PDP ini. Pertama bagi mereka yang mengalami infeksi pada saluran pernapasan yang sudah akut. Kedua, jika seseorang terkait mengalami demam tinggi dan juga melakukan kontak langsung dengan pasien positif.

Ketiga yaitu mereka yang mengalami 3 gejala di atas secara bersamaan. Jika melakukan rapid test, pastinya akan bisa diketahui apakah orang tersebut terpapar ataupun tidak. Jika iya, akan dilanjutkan dengan swab tenggorokan untuk lebih detailnya.

Berapa Biaya untuk Menjalankan Rapid Test ini?
Saat ini, beberapa perusahaan mengharuskan semua pekerja yang kembali dari kampung untuk melakukan rapid tes. Langkah ini dilakukan untuk pencegahan dini dari penularannya. Lantas, berapakah biaya yang harus dibayarkan?

Untuk jenis yang paling murah biasanya dibanderol dengan biaya sekitar Rp. 450.000. Anda akan mendapatkan layanan berupa rapid test, cek darah dan juga bisa konsultasi ke dokter umum yang menangani.

Semua informasi menarik tersebut bisa Anda dapatkan dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Bukan hanya terkait Covid-19 saja, namun juga beragam penjelasan di dunia kesehatan dijelaskan secara detail lengkap dengan cara pengobatannya. Anda juga bisa berkonsultas langsung dengan dokter untuk melakukan konsultasi, memberi obat secara online, dan masih banyak lagi.

Bagi Anda yang merasakan beberapa gejala Covid-19, hendaknya segera melakukan rapid test di rumah sakit terdekat. Semoga bermanfaat.

Tags: