kompasiana shared an article
April 17, 2018 12:00

Tanpa Engkol, Pengguna Honda Vario Harus Rajin Cek Aki

Tanpa Engkol, Pengguna Honda Vario Harus Rajin Cek Aki
Jakarta -

[Gambas:Video 20detik]

Honda menghilangkan kick starter atau engkol di motor skutik Honda Vario. Ke depan, engkol juga bakal dihilangkan dari skutik lainnya seperti Honda Scoopy maupun Honda BeAT.

Dipaparkan Marketing Director AHM Thomas Wijaya, hal tersebut dilakukan karena tren skutik dunia sudah seperti itu, karena itu Honda Vario tak lagi menggunakan engkol.

Baca juga: Ini Alasan Honda Vario Terbaru Tidak Punya Engkol

"Itu terjadi karena kami mengikuti tren motor dunia seperti big bike, sport hingga skuter besar yang sudah tidak ada kick starter. Lalu survei masyarakat yang memakai kick starter juga menurun dan berkurang. Nah secara psikologi memang membawa perasaan lebih aman. Tapi sekali lagi, secara survei menurun pengguna kick starter," ucap Thomas di sela-sela peluncuran Honda Vario di Jakarta.

"Lalu, penggunaan kick starter juga sebenarnya merupakan perubahan layout dari kami untuk pasang smart key. Nah karena itu layout motor kita jadi berbeda. Sehingga engkol tidak diperlukan," tambahnya.

Padahal kita tahu kick starter kita butuhkan saat motor jarang dipakai atau lama tidak digunakan. Jadi beberapa pengguna skutik pun masih bergantung pada engkol saat di situasi tertentu. Menanggapi hal itu, Endro Sutarno Technical Training AHM mengatakan bahwa tidak hadirnya engkol atau kick starter pada skutik Honda Vario bukanlah masalah. Karena, sistem mesinnya sudah memungkinkan motor tetap bisa hidup walau sudah lama tidak digunakan.

Baca juga: Mesin Honda Vario Beda dengan PCX, Ini Angka Konsumsi BBM-nya

"Sebenarnya tidak masalah. Karena mungkin itu mindset dari konsumen kalau motor jarang dipakai terus kemudian susah untuk dihidupkan maka dia pakai engkol. Tapi sebenarnya di sistem PGM-FI (Programmed Fuel Injection) itu walaupun motor tidak digunakan lama pun, ketika ingin digunakan lagi langsung jreng. Yang penting kualitas baterainya bagus, ya. Hidupnya lebih mudah, itulah keunggulan dari teknologi PGM-FI," paparnya.

Tetapi tetap, para pengguna-nya harus rajin melihat baterai motor atau aki bilamana harus diganti. Hal itu bisa dilihat dari indikator pada speedometer terbaru milik Honda Vario 125 dan 150 cc.

Cek baterai di speedometerCek baterai di speedometer, masih 12 volt tuh. Foto: Agung Pambudhy
"Sebenarnya kalau sistem yang kemarin itu (skutik yang ada engkolnya), dia akan pakai engkol kalau aki benar-benar soak banget. Kalau di motor ini, sebelum soak banget sudah dikasih tau disini (speedometer-Red), bahwa baterai di motor sudah turun atau drop sekali sehingga harus ganti," kata Endro.

Di kesempatan yang sama, ia memaparkan bahwa baterai aki ideal adalah pada angka 11,4 volt. Ketika baterai sudah berada di titik batas minimumnya, akan muncul peringatan berwarna merah di speedometer.

"Baterai aki itu di 11,4, plus minus 0,4. Sebenarnya ada warningnya di indikator, akan warna merah dia," ujar Endro.

"Ini kan ada alarm-nya, ya. Otomatis akan ngaruh ke aki juga. Tanpa menggunakan alarm, bila didiamkan selama tiga bulan aki motor itu sudah berkurang sebanyak 50 persen. Tapi kalau menggunakan alarm bisa turun di 48 hari sudah berkurang sebanyak 50 persen. Karena ini posisinya alarm standby dan motor tidak diapa-apain. Namun di Vario, kita sudah setting bahwa alarm akan mati bila motor standby selama 10 hari. Setelah dari itu baru diaktifkan lagi, bila mau. Untuk pergantian akinya, tetap sama yaitu di dua sampai tiga tahun," tutupnya. (ruk/ddn)

Read More »


Tag :