kompasiana shared an article
March 14, 2018 19:00

Sebelum Wafat, Stephen Hawking Peringatkan Bahaya Mobil Otonom

Sebelum Wafat, Stephen Hawking Peringatkan Bahaya Mobil Otonom
Jakarta - Kecerdasan buatan atau artificial intelligence sempat dikhawatirkan oleh ilmuwan Stephen Hawking. Hawking sempat mengatakan pemanfaatan penuh kecerdasan buatan akan mengakhiri ras manusia.

Saat ini kecerdasan buatan sudah merasuk ke berbagai bidang, tak terkecuali dunia otomotif lewat mobil otonom atau mobil tanpa sopir. Hawking mengkhawatirkan kecerdasan buatan bisa mengubah ekonomi dan akhirnya menggantikan peran manusia seutuhnya.

Baca juga: Simak Kata-kata Bijak dan Menginspirasi dari Stephen Hawking

Dirinya bukan meragukan teknologi mutakhir ciptaan manusia, ia hanya khawatir nantinya orang-orang terlalu bergantung dengan teknologi tersebut.

Mobil otonom dari smartMobil otonom dari smart Foto: Dok. Smart

Seperti dilansir BBC, kecerdasan buatan kian berkembang di berbagai area. Selain mobil, juga lewat permainan. Kita masih ingat bagaimana pemain catur DeepBlue buatan IBM mampu menaklukkan juara dunia catur Garry Kasparov pada tahun 1990an. Begitu juga ketika mesin Google AlphaGo mengalahkan Lee Se-dol dari Korea Selatan dalam permainan Go. Padahal Lee merupakan dedengkot permainan yang lebih kompleks dari catur itu.

Baca juga: Mengenang Stephen Hawking di Madame Tussauds London

"Saya rasa tidak ada perbedaan mendalam antara apa yang bisa dicapai oleh otak bioligis. dengan otak komputer. Karena itu komputer akan bisa, secara teori komputer bisa meniru kecerdasan manusia dan melampauinya. Singkatnya, kebangkitan kecerdasan buatan bisa menjadi hal yang terbaik atau terburuk yang pernah terjadi pada kemanusiaan. Kita belum tahu bakal menjadi seperti apa," ujarnya (khi/ddn)
Read More »


Tag :