beritapolisi shared an article
March 14, 2017 06:34

Polresta Sidoarjo, Pemkab dan DPRD Sidoarjo sepakat mencanangkan program Save Our Studen

Polresta Sidoarjo, Pemkab dan DPRD Sidoarjo sepakat mencanangkan program Save Our Studen

 

Polresta Sidoarjo, Pemkab dan DPRD Sidoarjo sepakat mencanangkan program Save Our Student (SOS). Pencanangan itu ditandai dengan ditandatanganinya Memorie of Understanding (MoU) dihadapan puluhan Kepala Sekolah (Kasek) SMP dan SMA, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat serta lembaga lainnya. Hal itu untuk mengurangi angka kecelakaan yang melibatkan dan korbannya adalah kalangan pelajar.

MoU itu ditandatangani Kapolresta Sidoarjo, Wakil Bupati Sidoarjo, perwakilan Komisi D DPRD Sidoarjo dan perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur paska Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Program Save Our Student Dalam Rangka Menekan Angka Hecelakaan dan Pelanggaran Lalu Lintas oleh Pelajar di Kabupaten Sidoarjo.

“Tujuan kami program ini untuk menyelamatkan para pelajar di Sidoarjo yang selama ini menjadi korban kecelakaan,” terang Kombes Pol Muh Anwar Nasir, Senin (13/03/2017).

Mantan Kapolres Nganjuk ini menjelaskan program SOS ini, selain menekan angka kecelakaan, juga menekan angka balap liar kalangan pelajar, penuhnya kendaraan pada jam masuk sekolah di jalanab, serta mengurangi angka tindakan tilang terhadap pelajar.

“Kami minta semua lembaga sekolah baik setingkat SMP sederajat dan SMA sederajat siap mendukung program ini termasuk orangtua. Karena program ini membutuhkan campur tangan semua pihak,” imbuhnya.

Kombes Pol Muh. Anwar Nasir merinci jika dirata-rata angka kecelakaan Tahun 2016 hingga 2017 didominasi pelajar. Rinciannya per hari satu nyawa pelajar melayang di jalanan. Sedangkan kasus tindakan tilang pelajar Tahun 2016 ada 6.630 dua bulan kemudian naik menjadi 9.425 pelajar. Rinciannya SMP 4.398 pelajar dua bulan kemudian naik menjadi 5.542 pelajar.

“Kalau pelajar SMA ada sekitar 2.000an pelajar. Justru jumlah pelajar SMA sederajatnya lebih kecil dibandingkan SMP. Berdasarkan angka kecelakaan Tahun 2016 per hari 4 orang meninggal dunia karena kecelakaan. Total setahun 356 orang hampir setiap harinya ada pelajar termasuk Tahun 2017 ada 68 kasus didominasi pelajar,” ungkapnya.

Sementara Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin mengaku mendukung sepenuhnya program SOS itu. Menurutnya bukan hanya pelajar dilarang membawa motor ke sekolah, akan tetapi semua parkir yang di sekitar sekolah dilarang menerima pelajar yang membawa motor. Upaya penertiban iti bakal dikoordinasikan dengan berbagai pihak lainnya demi suksesnya program SOS itu.

“Untuk pengurangan nilai bagi pelajar yang membawa motor, bisa direalisasikan pada pengurangi nilai perilaku. Soal nilai akademik (mata pelajaran) belum bisa direalisasikan,” pungkasnya.

Read More »


Tag :