kompasiana shared an article
February 23, 2018 19:00

Jangan Tunggu Botak, Ini Cara Cek Ban Masih Layak Pakai Atau Tidak

Jangan Tunggu Botak, Ini Cara Cek Ban Masih Layak Pakai Atau Tidak
Jakarta - Bagi beberapa orang, mengecek sesuatu dikendaraan terbilang cukup sulit bahkan memakan waktu yang lama seperti ban. Oleh karenanya, tak sedikit dari mereka yang malas untuk mengganti bagian tersebut. Namun sebenarnya mengecek ban masih layak pakai atau tidak cukup mudah loh, Otolovers.

Trainer Rifat Drive Labs, Herry Wahyudi mengungkapkan bahwa untuk mengecek kelayakan ban tidak lah sulit dan ribet. Hanya saja beberapa orang malas melakukannya sehingga pada akhirnya mereka memilih untuk mengakali ban yang sudah tidak primanya seperti dibatik.

"Pabrikan ban selalu mendesin produknya dengan standar Internasional. Sekarang juga mereka sudah memberikan alat untuk membantu kita agar bisa mengecek ban sendiri, namanya T.W.I (Tread Wear Indikator) atau indikator keausan ban," paparnya di Jakarta.

"Tapi ya kadang orang kita ketika berbicara ban kalau belum kelihatan benangnya belum di anggap habis. 'yah, belum botak', pasti begitu ngomongnya. Ataupun kalau patternya sudah tidak ada lagi, tidak ada kembang-kembang atau alurnya dia malah buat alur ulang. Dibatik. Nah ini kan salah, berbahaya loh," lanjut Herry.

Dirinya membagi tips untuk melihat kelayakan ban dengan mudah yakni dengan cara melihat tonjolan di sekeliling ban. Segitiga tersebut jumlahnya ada empat sampai enam di setiap roda yang tingginya sekitar 1,6 sampai 1,8 dari dasar tread.

"Bagaimana kita tahu ban ini masih layak atau tidak? Kita bisa cek di dinding ban biasanya ada bentuk segitiga. Atau dibeberapa bagian tertentu itu ada tulisan T.W.I atau logo dari pabrikan dari ban itu sendiri. Di sebelah kiri dan kanan letaknya akan sama. Bila kita tarik garis lurus diantara kembang-kembang ini (pattern di ban), maka akan ada tonjolan," papar Herry.

Nah, bila ban sudah aus maka tread pada ban akan mencapai indikator (T.W.I) atau bahasa mudahnya, ketika benjolan tersebut sudah sama dengan permukaan ban.

"Kalau misalkan ban sudah sering kita gunakan, coba di cek benjolan ini sudah memutus si alur ban atau si benjolan sudah sama permukaannya dengan permukaan ban atau belum. Kalau iya, maka harus diganti. Jangan tunggu botak, benangnya keliatan, atau bahkan sampai meledak," kata Herry.

Ia juga menambahkan hal tersebut berlaku bilamana pengendara ingin membeli ban bekas. Bila logo T.W.I atau segitiganya sudah tidak ada, dapat dipastikan bahwa ban tersebut sudah dibatik (dibuat pattern atau alur baru). Maka, ban tersebut tidak akan bertahan lama atau tidak bagus lagi. (ruk/lth)

Read More »


Tag :